CUMA 4 KALI KOK PAK!
![]() poto poskota.com
|
Katagori Nah ini dia–
Agaknya, urusan nafsu bisa melupakan profesi dan status. Murtadi, 50, contohnya. Di kampungnya dia dipercaya menjadi guru ngaji, tapi gara-gara ada setan lewat, pak ustadz ini tega memperkosa seorang santinya hingga 4 kali. Ketika diperiksa di Polres Lumajang, jawab Murtadi enteng saja: “Ala, cuma empat kali kok Pak !” Memangnya mau nambah?
Tak ada musuh paling berat, kecuali melawan hawa nafsu; begitu Nabi pernah bersabda. Sampai kapan pun persoalan ini masih relevan, sebab peradaban semakin maju, godaan syaitan juga semakin banyak. Semakin pintar makhluk manusia, tehnik setan menggoda iman juga semakin canggih. Jangan dikira, setan-setan kini juga banyak yang mengambil S3 ke Amerika! Nanti setelah kembali ke Indonesia, sasaran operasinya juga semakin berkelas.
Iman Murtadi warga kampung Labruk Kecamatan Kota Lumajang (Jatim), sebetulnya cukup lumayan. Dalam status sebagai guru ngaji atau ustadz di kampungnya, dia lebih tahu tentang batal haramnya sebuah perkara. Karenanya dia tak mudah tergoda oleh hawa nafsu yang dibisikkan setan. Murtadi tahu persis mana yang dosa, mana yang dapat pahala. Tapi itu duluuuuu, ketika setan penggoda imannya baru lulusan SD Inpres kelas jauh pula.
Kemudian terjadilah peristiwa ini: istri tercinta menderita sakit, terkapar di ranjang sekian lama, sehingga dia tak bisa menjalankan tugas istri secara vertikal maupun horisontal. Horisontal maksudnya tak bisa masak-memasak dan cuci mencuci. Sedangkan vertikal adalah: “atas-bawah” antara suami istri juga sudah lama tak dilakukan akibat penyakitnya itu. Dus karena itu, andaikan sebuah sepeda motor, Murtadi sudah lama tak pernah “ngetap olie”.
Anak didik atau muridnya ngaji, lumayan banyak. Setan pun mulai menggoda, tapi Murtadi tak bergeming. Dia masih bisa membedakan mana dosa, mana yang tidak. Setan setingkat SD Inpres itu ditarik, lalu maju setan penggoda lulusan Sekolah Menengah Kejuruan. Meski dia memang juru goda, masih juga mental menghadapi Murtadi. Ganti kini maju setan sarjana lulusan PT yang statusnya disamakan. Idem dito, dia mentok menghadapi keteguhan iman Murtadi.
Hari berikutnya didatangkan setan sarjana S3 lulusan Amerika. Nah di sini baru mulai mempan. Terbukti Murtadi mulai ser-seraan jantungnya manakala melihat salah seorang santrinya mandi di kali. Ingat kebutuhan biologisnya yang sudah lama terpasung, dia mulai berpikir untuk bisa meniduri anak didiknya itu. “Kalau hanya pegang-pegang dikit, nggak apa-apa itu Bleh….,” kata setan membujuk.
Suara setan mulai didengar. Belum lama ini dia membujuk si Sarah, 18, salah seorang muridnya yang suka mandi di kali itu. Di kala sepi Murtadi mulai menggerayangi tubuh murid sendiri. Setan pun memberi semangat bahwa lebih dari itu pun nggak apa. Murtadi benar-benar sudah terlupa akan batal dan haram, sehingga Sarah benar-benar disetubuhi siang itu. Lain hari diulang lagi, diulang lagi, sehingga total jendral dia sudah 4 kali menodai anak muridnya sendiri.
Aksi bejad oknum guru ngaji ini terbongkar ketika ibu Sarah mencermati cara berjalan putrinya. Katanya sakit di bagian kelaminnya. Ketika dibawa ke Puskesmas, sang ibu terkejut karena dokter mengatakan bahwa kegadisan Sarah sudah lenyap. Ditanyalah si gadis, dan bla bla bla….mengakulah dia bahwa sudah 4 kali digagahi guru ngajinya. Tentu saja Murtadi lalu dilaporkan ke Polres Lumajang dan ditangkap.Tapi ketika diperiksa, jawabnya enteng saja: Ya nggak apa-apa to Pak, wong baru 4 kali ini….,” ujarnya enteng.
Yang namanya memperkosa, biar baru setengah kali tetap dituntut Mas. (JP/Gunarso TS)




